sayang, kau yang abadi melekat di rahim ibu

 saat sebelumnya aku melekat pada rahim daging dan darah ibuku, yang nantinya Aku juga akan kembali melekat pada rahim alam luas ini.

kembali dengan fitrah nya yang datang dan pulang, tetap di pangku rahim Ibu.

apakah mau besok pagi kita kembali melekat pada sebuah rahim itu? wangi khas nya, lembap, pelukan alam kembali menyentuh, menjilat, memeluk tubuh kaku di tempat nyaman yang kata orang-orang tidak sebesar, semewah, apa yang Aku punya kini, namun akan lebih tenang tanpa apapun sifat duniawi yang menghajar Ku setiap hari, potongan-potongan bau nafas yang menyergap bersama kata-kata liar manusia yang tanpa ampun mendorong persaan Ku kembali masuk untuk di simpan saja, lirikan mata tanpa perasaan menabark mata Ku tanpa permisi, tidak memberi arti, tidak mau di cari, tanpa penjelasan, menyisakan percikan hawa panas di kepala Ku dengan seribu pertanyaan yang jawabannya tidak pernah bisa Aku dapatkan meskipun Ia ada.

mau kah Aku untuk di pangku di rahim Ibu mulai besok? katanya menghirup hidrogen terlalu banyak bisa membuat mu cepat pulang agar kembal di asih Ibu dengan nyamannya.

aku pernah befikir juga terkadanng, mencatat tanggal berapa disaat Aku 25 tahun, karena mungkin Aku hanya sampai sana, dengan semua cara Ku pulang yang sudah Ku cicil hari ini, sepertinya hal itu jika terjadi akan menjadi sebuah cerita baru semua orang untuk membuat hal yang sama, namun jika Aku lebih dari itu, mungkin Aku bukan lah Aku yang lama.

kapan perubahan orang-orang terjadi, katanya di umur 27, berarti jika Aku lebih dari 25, Aku menunggu dua tahun yang cukup lama.

Atau 29,5 tahun saat saturnus sudah kembali ke posisi saat Aku di lahirkan, kata film 3 hari untuk selamanya.

nanti Aku akan melambaikan tanganKu memperlihatkan Aku 29.5 tahun kemudian, bercerita dengan saturnus bahwa hidup manusia kebanyakan tak lebih dari tahi kuda yang di injak-injak oleh kuda lain...

itu jika aku sampai sana, atau apakah tawaran Ku untuk pulang ke rahim Ibu esok pagi mau di terima?

Comments

Popular posts from this blog

Dandelion

Bikin stress,bikin enek,bikin males.Media Social.