Posts

Showing posts from November, 2023

Aku dan Aku

rasanys seperti ada closet yanga akan di lempar ke arah mu rasanya seperti we broke up untuk ke 500 kaliya tanpa alasan yang kuat rasanya seperti skripsi mu di robek di depan 10 orang angkatan mu dan 20 org angkatan bawah rasanyaseperti kepalamu di dorong oleh temanmu dengan tatapan jeleknya di depan orang yang kamu suka rasanya seperti di panggil dosen di hadapa 30 orang yang mengenal mu sedikit saja rasanya seperti ada ibu ibu menegurmu karean menghalangi di dalam kereta cepat rasanya seperti perut mu kelaparan belum makan seharian rasanya seperti aku mau mati saja? tidak, rasanya seperti semua hal di limpahkan kepadaku dan sekarang Aku sudah tidak sanggup membendungnya, semua orang yang jahat, mematikan, memukul kepalaku ribuan kali, rasanya ingin dan akan kupenggal semua rasa mereka agar mereka juga mengerti bagaiman rasanya menahan semua ini. Aku bisa kapan saja. Mati.

bagaiman jika kita pernah betemu?

 bagaiman jika kita pernah bertemu? lagi pula kota ini kecil jika kita hanya berjalan dengan mengandalkan tempat terkenal kota. namun juika kita bertemu, Aku yakin bahkan energi mu akan terasa di sistem penerima sinyal Ku, tapi Aku tidak pernah tahu dan belum bisa membuktikan. apakah benar Aku disini sudah jujur atas semuanya, Atau perasaan itu hanya mati suri dan yang berjalan sekarang memang benar semuanya tapi tanpa yang satu itu. oh ya, Aku berdoa pada tuhan supaya tidak menjadikanmu salah satu takdirku yang harus bersama, Aku tidak sudi, meskipun cap jahat dari kepala mu menerpa nama baik Ku. cerita ini memang bisa memiliki lanjutan tapi Aku tidak pernah mau memilikinya. Aku takut terjatuh di lubang yang sama dengan kebodohan yang sama, kamu tidak pernah pantas mendapatkan jatuh bangun bahkan sedikit hembusan nafasku. pun mungkin kita tidak peranh mengingkannya

suara bayangan

 suara itu, mulai hadir lagi, Aku mendengar nya lagi. kini Ia semakin nyata, dengan versi terbarunya, hadir bahkan saat Aku tersadar dan terkapad di dalam kesadaran yang nyata. Aku tidak bisa mengelak, dada Ku, jantung Ku juga mendengarnya, jantung Ku yang rasanya mau berhenti atau syok sebentar mendengar suara yang tiba-tiba memunculkan nadanya yang membuat Aku tidak takut, tapi gemetar, hilang kantuku, timbul resahku. persetan, lebih persetan lagi suara tinggi itu menyerupain dokter jefferson yang sedang mengawasi ujian yang selalu datang di tiap siklus kurang lebih satu bulan. Aku takut, kata takut untuk hal itu terus membesar dan tanpa sadar membunuhku.

sayang, kau yang abadi melekat di rahim ibu

 saat sebelumnya aku melekat pada rahim daging dan darah ibuku, yang nantinya Aku juga akan kembali melekat pada rahim alam luas ini. kembali dengan fitrah nya yang datang dan pulang, tetap di pangku rahim Ibu. apakah mau besok pagi kita kembali melekat pada sebuah rahim itu? wangi khas nya, lembap, pelukan alam kembali menyentuh, menjilat, memeluk tubuh kaku di tempat nyaman yang kata orang-orang tidak sebesar, semewah, apa yang Aku punya kini, namun akan lebih tenang tanpa apapun sifat duniawi yang menghajar Ku setiap hari, potongan-potongan bau nafas yang menyergap bersama kata-kata liar manusia yang tanpa ampun mendorong persaan Ku kembali masuk untuk di simpan saja, lirikan mata tanpa perasaan menabark mata Ku tanpa permisi, tidak memberi arti, tidak mau di cari, tanpa penjelasan, menyisakan percikan hawa panas di kepala Ku dengan seribu pertanyaan yang jawabannya tidak pernah bisa Aku dapatkan meskipun Ia ada. mau kah Aku untuk di pangku di rahim Ibu mulai besok? katanya meng...

i dont need no light to see u shine

Seberapakah kuat takdir yang tidak di harapkan itu hidup? kata orang-orang tuhan menciptakan beberapa macam takdir, ada yanng tuhan izinkan untuk di rubah, ada juga yang tidak bisa sama sekali di ubah, sayangnya aku tidak tahu banyak akan hal itu. namun aku benar-benar menikmati setiap detiknya meskipun akhirnya bukan takdir yang Aku inginkan, meskipun aku ternyata lebih kuat dari takdir itu, dan tetap haru kalah, semuanya ku peluk erat sampai akhirnya melebur kemana-mana, Aku pastikan semua orang tahu akhirnya. banyak yang berlebihan dalam cerita seperti ini dan Aku banyak menyerap kisah manusia dahulu yang akhirnya tidak selalu baik, Aku tahu sekali. namun setiap kali udara berhemus, setiap kali keindahan lain menghadang, terlalu banyak lubang yang tidak dapat ku tutupi pada hal-hal itu.

terima kasih dan penyerahan maaf ku.

 Aku dengan puluhan genggam anganku yang setiap hari ku renangi sampai ke pesisirnya. semua angan bahagia tentang semua cantikmu dari darah mu yang mengalir sampai ke bendungan-bendungan tepi tubuhmu tanpa terkecuali. semua angan bahagia dan harapan yang sangat serasi dengan gerakan kaki mu, cantiknya tangan mu, dan paras tegas yang tidak pernah bisa aku ragukan dan bandingkan. namun memaafkan Aku juga di butuhkan karena 100.000 ribu buruk rupa mu yang Aku lupakan bisa kapan saja terjadi, yang tidak berani Akut terima, yang tidak mau Aku percaya. lalu menurut mu, bagaiman dengan Aku