serumah. pada suatu ketika terbentang lah dua sayap yang lama terpisah, menyatu padu dalam ikatan benang tanpa noda, mengepak sayap tinggi ke angkasa, meninggalkan serpihan-serpihan kecil dari sayap yang terjatuh terus menembus udara. hingga hampir terlepas, terkoyak, lupa lagi bahwa mereka seharus nya terus bersama mengepak tanpa jeda, tanpa beda. mereka yang bersama, serumah, namun berbeda, asa tak berguna, akal tak ada, mimpi sudah lupa. mau kemana lagi kalau di tanya?, banyak yang lupa jika awal nya mereka bersama karena tujuan yang serupa. kini berbeda bak rumah nya berpisah, rumah nya hancur, rumah nya tak ada lagi. namun ini serumah, rumah yang bukan lagi rumah. serumah bukan lagi rumah yang sama. pulangkan saja sayap itu kepada masing-masing, dan setiap udara yang berhembus. lepaskan saja, biarlah mereka terjatuh hinga ke dasar. bertemu aku yang lainya atau tidak, bukan lah lagi suatu urusan bersama. biarkan membenam. biarkan melupa. aku sudah rela. mula-mula, besok mari kita b...