kita bisa mati kapan saja.
aku ingin sekali suatu saat bisa menggenggam kematian itu dengan sangat menyenangkan, ketika suatu hal itu tiba dengan sambutan yang menenangkan, siapa lagi yang datang dengan ketulusan kecuali kematian?
setulus dan lebih tulus dari angin, ia tanpa dosa.
aku ingin sekali kematian itu di iringi burung-burung, tidak pernah aku takut sendiri, tapi aku mau burung-burung itu menatap kepergian ku hingga berpisah dari jasad nya, biarkan juga aku tersenyum dan sesekali dapat membelai sayap-sayap halusnya.
apakah kematian itu akan begitu menyakitkan? apakah aku akan menyukainya? apakah akan lebih sakit dari tinggal di bumi selama 20 tahun?
jika kematian itu datang, bisakah sampaikan untuk tidak membuatku menyesal? bisakah kematian itu meskipun gelap tapi mataku bisa memberikan cahaya yang amat damai untuk alamnya?
jika aku mati, bisa kah aku mati bukan karena tangan manusia? bisakah bukan karena tangan ku sendiri?
jika kematian itu tiba, bolehkah suasanya yang meriah mengantarkan jasad ku membersamai tanah untuk selamanya?
jika aku mati nanti, bolehkah di samping kuburku ditanami banyak bunga warna-warni, rumput hijau, kolam ikan kecil yang di sampingnya terdapat bangku taman dengan warna cat putih, bolehkah kuburku jangan di berikan hal-hal apapun kecuali rumput hijau yang menutupi kuburku dengan papan nama cantik yang bertenger dengan amat indah?
jika kematian itu tiba, bolehkah katakan agar semua duniaku diselesaikan saat itu juga, bolehkah duniaku dimanapun itu bisa selesai saat itu juga, boleh kah sampaikan segala maaf juga salahnya kepada seluruh penjuru dunia
jika kematian untuku itu tiba, bolehkah semuanya tidak ada yang menangis, bolehkah para jiwa-jiwa memberikan kehangatan, senyum kasih, belaian hangat terakhir di kepalaku untuk terakhir kalinya?
Comments
Post a Comment