lukisan mu agung semesta, aku salah satunya, takdir ku.

saya ingin menulis dengan cantik malam ini. Hari ini dengan segala kelelahan dan tabiat yang tak pernah berhenti, rasa lelah dalam hati, kepala yang seperti ada genangan lahar panas yang tak pernah mau pergi. Jejak nafas saya makin tersengal jadinya.

hari-hari saya berjalan tidak sebagaimana mestinya, terkadang jadinya menimbulkan tawa yang saya sendiri menyebutnya dengan akal-akalan alam yang mau saya bertumbuh menjadi lebih baik, namun saya juga seperti pada normalnya manusia, memberikan kesan negatif bahwa alam ingin saya mati perlahan. Maaf saya sebutkan, maaf sekali kepada mereka yang inginkan itu terjadi? namun saya begitu menikmati lara yang tiada hentinya datang.

yang mereka mau adalah saya mati, mati dengan kesedihan. Kesedihan benar-benar saya dapatkan tuan, namun saya belum mati, dan kesedihan itu saya lekatkan dalam hati, menjadi kekuatan saya hingga saya tidak dapat lagi merasakan nya lagi.

kadang saya ingin sekali menyerah, namuna saya teringat saya hidup di dunia yang berkata terus maju, tanpa bisa mundur, atau menghilang. Saya masih disini tuan, saya tidak pergi, sayak tidak akan pernah bisa pergi kecuali pencipta saya yang menyuruh saya untuk kembali ke pangkuan nya disana.

untuk cinta kini saya akan meberikan secuil tulisan, untuk cinta. Saya seorang yang bukan atau mengerti pada hal ini, ratusan hari saya lewati, dengan menggenggam belati pada kedua tangan, mengejar mentari bernama cinta dan mimpi buta, belati itu hampir memutskan kedua tangan saya, kini adalah waktunya saya berlali mengejar, itu yang saya lakukan sekarang, karena balutan untuk saya di genggamnya di ujung sana. Sempat saya berfikir apakah tuan yang saya sayangi akan berikan waktunya untuk menunggu segala ketertinggalan. Saya hampir sampai tuan sayang, namun ternyata saya sadar bahwa sulit sekali jika harus saya sama dengan tuan, itu sulit, rasanya kian memudar, dan saya hampir sampai. Terus bertanya setiap hari, apa yang bisa disampaikan pada tuan? selain perasaan lama yang belum sempat tersampaikan? apakah kita hanya akan berpadang dua detik lalu saling beredar pada alam nya? atau apalagi?


lagi dan lagi, pertemuan, saya mengentikannya disetiap saya menemukan sesuatu yang sama dengan yang lalu. Kelelahan, mungkin ini waktunya untuk akhiri, entah akhiri apa, saya mau saya berhenti. Seseorang sampaikan kepada saya untuk 'hidup' akan terjawab nanti bila masih ingat. Saya membutuhkan kenyamana sekarang, entah besok nyawa ini akan kembali kemana, sampai jumpa lagi.





Comments

Popular posts from this blog

Dandelion

Bikin stress,bikin enek,bikin males.Media Social.