Dust in the wind
Jika aku ingat membuka kedua mataku, aku terkadang menyesal telah begitu.
Kepada tuhan aku tiap hari berbincang, merasa satu arah, namun terus bertanya.
Tuhan apakah hanya aku? Tentu dijawabnya tidak.
Seperti kata mereka, semua mimpi hanyalah debu… mereka di bawa angin.
Tuhan mimpi ku membiru, bisu, tak dapat bernafas.
Nadi nya melemah, oksigen tak dapat di salurkan sejauh itu.
Lemah, sakit, lelah.
Berikan dia waktu, untuk merasakan hidupnya.
Manusia.
Comments
Post a Comment