Secarik bisu terucap

Mengapa tuhan tidak pernah memberitahuku tentang siapa yang harus ku lawan di bumi ini?

Mengapa harus seorang yang bahkan sebelumnya aku kasihi yang kini sungguh enggan aku pandang meski selewat saja.

Mengapa bisa ku lawan tubuh ku sendiri demi tubuh yang lain?

Jika ku bisa pulang, aku ingin pulang dan pergi ke masa lalu ku untuk beri tahu agar tidak terlalu mudah memberi kesan pada seseorang.

Tubuh ku makin terluka selama seperkian malam.

Merindu sebagai anak adam.

Membenci dengan nafsu yang sulit di hentikan.

Tuhanku masih belum memberitahuku kapan aku bisa menang tanpa niatan melawan.

Aku menyerah namun terlalu banyak kugendong kata demi kata manusia tak mengerti dosa dan luka ku semakin mengerogoti jiwa ini.

Tuhan masih belum lengkap memberitahuku siapa yang harus ku lawan di bumi ini?

Bahkan haruskah aku mengasihi penyembah yang lain lalu kemudian aku juga harus membencinya untuk berabad abad lamanya?

Apakah harus ku bunuh juga kasih?

Aku rasa tidak pernah benar dalam menggenggam nya.

Luka ku berdarah lagi.

Sayatan tak pernah mampu menyakiti kulit lemah ini.

Hanya butuh ku rasakan bagaimana rasa sakit nya agar bisa ku patuhi perasaan nya.

Aku akan mati tuhan.

Aku akan mati wahai hamba - hamba tuhan.

Malam ku bisu tiada kata terlontar, ketakutan tak ada, hanya dendam yang tersisa.

Aku ada dimana tuhan?





Comments

Popular posts from this blog

Dandelion

Bikin stress,bikin enek,bikin males.Media Social.