Menatap tuhan

 



dalam sajak aku berkata

ingatan dingin terus meretas ke dalam setiap sekat rasa

ada apa dengan tuhan di saat mempertemukan dua keindahan 

namun pada akhirnya penerimaan menjadi kebodohan yang gagal


bisakah aku hanya mengadah menatap tuhan saja

dengan rasa yang sama menapak dibumi, dengan perasaan ke semua yang sama 

bukan dari mata 

butakan saja dunia ini


mengapa harus dua hal yang tak pernah berbanding lurus

bolehkan memilih dan hanya satu yang ku genggam?

seindah itu, semulia itu, sebersih itu


bolehkan aku hanya menatap mengadah pada tuhan

dengan tangan ku yang menggenggam dan merasakan keindahan

tanpa perlu menatap nya dan menilai

karena sudah cukup perasaan itu menjadi nilai yang tak ada batas nya lagi


bisakah aku menatap tuhan saja?

tanpa perlu menatap hamba nya lagi

tidak mau lagi dan tidak perlu

angin kurasa yang bergerak, sampaikan lagi, tanyakan lagi.

--

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Dandelion

Bikin stress,bikin enek,bikin males.Media Social.