ku tanya kan sampai kapn?
sejak mengecap kalbu dalam sayatan yang masih mengabdi
menguliti hati tanpa ampun seolah lupa senja akan menetap di sore hari
ribuan kata yang menggantung seolah tak ada artinya dalam abad ini
kaki tertatih, kepala menoleh atas hantaman perjalanan
muara membendung memberi isyarat ada yang belum siap keluar lebih dulu
hitam merebut si malam dalam kegelapan secara acak tanpa izin dan pamit
aku menjadi aku yang masih melihat kenyataan
ada kamu yang sedang berjalan di tempat tetapi sudah lebih dulu sampai di ujung sana
kamu dimana?, kepada angin terkadang ku tanyakan sampai kapan harus menunggu saat aku tau kamu belum kemana-mana.
menguliti hati tanpa ampun seolah lupa senja akan menetap di sore hari
ribuan kata yang menggantung seolah tak ada artinya dalam abad ini
kaki tertatih, kepala menoleh atas hantaman perjalanan
muara membendung memberi isyarat ada yang belum siap keluar lebih dulu
hitam merebut si malam dalam kegelapan secara acak tanpa izin dan pamit
aku menjadi aku yang masih melihat kenyataan
ada kamu yang sedang berjalan di tempat tetapi sudah lebih dulu sampai di ujung sana
kamu dimana?, kepada angin terkadang ku tanyakan sampai kapan harus menunggu saat aku tau kamu belum kemana-mana.
Comments
Post a Comment